Rabu, 25 Juni 2014

Berawal Dari Jurong


ft;" trbidi="on">
Dari jurong saya mengerti apa itu hidup , Dari jurong juga saya memahami makna cinta. Dari sini lah kisah hidup seorang Trimulyani Moegahid di mulai.

  • perjalan hidup saya di mulai ketika saya tepat berumur 17 tahun. Allah mengirim saya untuk berhijrah dr jaman jahiliyah menuju ke jalan yang terang.
Menurut saya hidup itu indah... Hidup itu ternyata sebuah perjuangan.. Lelah... Itu manusiawi tanpa hadirnya lelah kita tidak akan tau betapa nikmat bahagia yg Allah telah berikan.
Ketika kita tau... Bahwa ternyata di dunia ini hanyalah ada antara kita dengan Allah. Tubuh kita, sudara kita,, sahabat kita , harta kita , bahkan orang tua kita ,, hanyalah sesuatu cobaan belaka.
aku hanya bisa mendengarkan radio lokal, Mengharap kebahagiaan dr orang tua sama sekali bukanlah solusi. Mengharap kebahagiaan dr sahabat bagaikan fatamorgana . Apa lagi mengharap kebahagiaan dr uang.. Ia bagaikan kita menghitung berapa banyak bintang yg ada di langit.. Adalah tidak mungkin sekali kita selesai menghitungnya.
Cinta yg di dampingi dg pacaran , dan ingin seperti teman2 lain ,, bisa kemana kemari dg seorg cowo adalah sesuatu yang salah. Awalnya aku mengira itulah kebahagiaan. Tapi,,, setelah Allah mengirimku ke jurong , aku tertawa geli melihat tingkah bodohku yang salah besar mengartikan apa itu cinta sebenarnya.
Belajar bersama , dg menggunakan seragam sekolah ,, bisa ketawa dengan teman bAnyak menurutku adalah suatu tujuan sebenarnya hidup ini. Itu jaman dulu ... Aku sering. menangisi itu. Kini aku tau , semua orang sudah di takdirkan masing2 tugasnya dr Allah ,, jika semua orang sekolah , mungkin sekolah akan sangat sesak dg muridnya . Dg Begitulah aku menghibur diri .

  • Apapun itu ,, tidak membuat ku berhenti menuntut ilmu. Dari sebuah Radio kecil yg aku punya ,, aku mendengar dan mempelauri berbagai kisah kehidupan. 2 tahun lalu di acara namanya "the o' show" siaran Radio yang menyiarkan tentang curhatan para pendengarnya. Dr situ aku mulai tau ternyata banyak juga orang yang mempunyai masalah selain aku. Mungkin juga Masalah ku hanyalah masalah ece ece bagi sebagian orang. Begitulah aku menyemangati diri ini.
Ketika Ramadhan tiba ,, aku hanya bisa menangis bersedih. Suara takbir seolah olah menjadi pisau yang mengiris iris diri ini. Untuk pertama kalinya aku merasakan kesendirian dalam menjalani bulan Ramadhan. tapi dr situlah aku faham betul apa makna Ramadhan yang sesungguhnya. Allah memang maha baik. Dan sebaik2 tempat bersandar adalah Allah swt.
hampir 4 tahun semua ini berlalu , sedih , senang , bahagia , sulit , kemudahan , dan tangisan pun menemani hidupku di jurong. Kini saatnya aku harus pulang ke Tanah air . Tersirat dalam fikiran ini sebuah kesedihan . Aku harus berpisah dg tempat ini. Di sini aku bisa belajar , dr sini aku mengenal Allah , dr Sini aku tau apa yg harus aku cari dalam hidup ini.
Allah memang tidak membiarkan Aku untuk seperti teman2 ku yang bisa melanjutkan sekolahnya. Tapi aku bersyukur dan berterima kasih sangat sangat kepada Allah... Karena Allah mengijinkan aku tetap bs belajar , belajar agam , mengenal Allah. Lewat kajian2 online . Sungguh yg mungkin tidak bs di dapat dr teman2 ku yang lain. Di mana mereka sedang belajar ilmu mencari dunia tapi Allah membiarkan aku untuk mempelajari kalamNYA.
  • kini aku harus meninggalkan jurong. Sedih tentu. Bahagia juga pasti. Ya Allah semoga hamba bisa istiqamah di jalanMU . Selamat tinggal jurong.. Selamanya kau akan menjadi salah satu tempat yg istimewa dr bagian hidupku . ~Trimulyani Moegahid~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar